Chapter Text
Oktober 5, 1995
Aku berjalan mengitari sekeliling rumah sakit di Amagasaki, Hyogo. Hari ini sudah memasuki musim gugur, cuacanya sedikit berawan dengan angin dingin yang berembus di sekeliling taman.
Ada seorang ibu yang berjuang melahirkan anaknya di rumah sakit setempat. Perutnya besar sekali, sepertinya dia mengandung bayi kembar.
Manusia punya cara yang unik sekali untuk berkembang biak. Mereka bahkan punya banyak orang yang membantu agar anak-anaknya dapat lahir dengan selamat.
Oh, satu bayi terlahir dari ibu muda itu. Tangisannya kencang sekali. Dia sangat aktif, kaki dan tangannya bergerak-gerak lincah seperti anak yang baru saja bebas. Aku rasa terkurung di dalam perut ibu luar biasa sempit, apalagi harus berbagi dengan saudaramu di dalam sana.
Ibu tersebut tersenyum sambil menangis, aku menatapnya lekat-lekat. Kenapa dia menangis?
Manusia lain di sampingnya juga tersenyum, berterima kasih pada ibu muda itu berkali-kali sambil menggendong bayinya setelah dibersihkan.
Tak lama setelahnya, sang ibu mengeluarkan wajah kesakitan. Para manusia berseragam putih segera membantunya seperti tadi dengan sigap. Mereka menyiapkan air hangat, handuk, bantal, dan beberapa botol air.
Bayi yang satu lagi lahir dengan selamat. Dia berukuran sedikit lebih besar dari yang satunya. Mereka sama-sama berambut hitam dengan mata kecoklatan dengan sedikit abu-abu. Yang lebih tua aktif bergerak, yang lebih muda lebih banyak diam sambil minum susu ibunya.
Mungkin mereka lelah, jadi mereka tertidur. Yang lebih muda tertidur duluan.
Mereka terlihat manis sekali.
“Oh kita kedatangan tamu,” seorang manusia membuka jendela tempatku mengintip. Manusia ini adalah yang bersama dengan si ibu muda. Barangkali dia adalah ayah dari anak-anak kembarnya.
Aku memasang wajah waspada, tapi seperti manusia, tentu saja mereka tidak memahaminya. Manusia ini justru mengulurkan tangannya padaku.
“Kemarilah, Rubah kecil. Atsumu dan Osamu pasti akan senang bila hari kelahiran mereka dirayakan banyak teman.”
Ah, anak kembar manusia itu bernama Atsumu dan Osamu.
Aku harap bisa bertemu dengan mereka lagi saat mereka lebih besar.
