Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandom:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2022-12-24
Completed:
2023-03-03
Words:
29,975
Chapters:
5/5
Comments:
4
Kudos:
66
Bookmarks:
14
Hits:
2,189

KakaGen Oneshoot Collection

Summary:

KakaGen (Hatake Kakashi x Shiranui Genma) Oneshoot Collection

Chapter 1: (Boy)Friend

Chapter Text

 

***

Kakashi membuka matanya ketika sinar matahari menelasak masuk melalui jendela rumah barunya. Ia tidak segera bergerak dari posisinya dan hanya mendengarkan cicitan burung dari luar rumahnya. Rumah barunya yang dia dapatkan setelah menjabat sebagai Hokage.

Sebenarnya Kakashi tidak terlalu menginginkan rumah apalagi sesuatu yang besar karena ia tahu ia akan tinggal seorang diri selama sisa hidupnya namun Tsunade merasa tidak pantas bagi seorang Hokage memiliki apartement kecil –yang sudah ditempati oleh Kakashi sejak ia berada di ANBU, bukan karena masalah materialistik tapi karena pekerjaan Hokage sangat banyak.

Seorang hokage pasti akan membawa beberapa dokumen kerumah dan diwajibkan memiliki ruang kerja di rumah mereka. Maka dari itu setelah setengah tahun menjabat sebagai Hokage Keenam, Tsunade memerintahkan Yamato untuk membangunkan Kakashi rumah baru.

"Tutup gorden nya, Kakashi." Ujar seorang pria yang ada disamping Kakashi. Ia memiliki rambut coklat panjang seleher yang tampak acak-acakan.

"Maa, Genma. Aku tidak bisa berdiri. Kau menggunakan lenganku sebagai bantal." Jawab Kakashi dengan nada malas.

Shiranui Genma, untuk kesekian kalinya berada di kamarnya dalam kondisi telanjang. Keberadaan Genma dalam kondisi telanjang di pagi hari, di ranjang yang sama dengan Kakashi tidak lagi mengejutkannya. Mereka tidak secara resmi menyebut hubungan mereka sebagai friend with benefit namun anehnya setiap kali salah satu diantara keduanya mabuk –atau keduanya, maka keesokan paginya mereka akan berada di kamar dengan kondisi telanjang.

Semua ini dimulai jauh sebelum Kakashi menjadi Hokage, mungkin saat dia keluar dari ANBU. Guy memaksanya untuk merayakannya dengan teman-teman satu angkatan mereka. Hari itu jelas dia tidak berniat mabuk namun Guy menantangnya untuk lomba minum –yang tentunya dimenangkan oleh Kakashi.

Di hari tampaknya bukan hanya Kakashi dan Guy yang melakukan lomba tapi juga Genma dan Raido. Tidak seperti dirinya yang menang kontes minum dengan Guy, Genma kalah dari Raido. Kurenai, sebagai wanita normal di angkatan mereka –Shizune belum kembali ke Konoha dan Anko lebih mementingkan dango, menyarankan agar Raidou membawa pulang Guy –karena keduanya satu gedung apartement dan Kakashi membawa pulang Genma.

Kakashi tahu arah apartement Genma karena mereka berdua beberapa kali melakukan misi bersama –Kakashi adalah ANBU dan Genma adalah Jounin Elit juga pengawal Hokage. Namun sebelum benar-benar masuk kedalam apartement, Genma memberinya senyum paling menawan yang pernah Kakashi lihat, jounin elit tersebut mengucapkan selamat pada Kakashi karena berhasil keluar dari ANBU. Kakashi menyalahkan alkohol atas tindakannya selanjutnya, ia mencium Genma, mendorongnya masuk ke apartementnya dan menyetubuhi shinobi berambut coklat hingga dini hari tanpa henti.

Keesokan paginya Kakashi bangun terlebih dahulu –ia tidak membangunkan Genma karena sepertinya temannya itu bukan tidur melainkan pingsan, Kakashi pergi ke pemakaman hingga siang hari dan barulah kembali ke apartement Genma. Kedatangannya disambut dengan tiga senbon yang Kakashi hindari dengan sempurna namun Kakashi tidak bisa menghindar dari tatapan marah Genma.

Genma marah bukan karena Kakashi menidurinya ataupun meninggalkannya di pagi, tidak, Genma bukan seorang perempuan dan dia juga seorang pria dewasa. Genma marah karena Kakashi membuatnya tidak bisa berjalan sedangkan sore ini ia harus menghadap Hokage untuk menjalankan misi.

Kakashi menawarkan diri untuk menggendong Genma ke kantor Hokage dan tawarannya sukses membuat Genma melemparkan dua senbon lagi padanya. Sebagai permintaan maaf, Kakashi yang menggantikan Genma dalam misi tersebut.

Setelah hari itu, keduanya sepakat untuk menganggap semuanya tidak pernah terjadi. Namun entah sepertinya ada magnet tak kasat mata yang menarik keduanya kearah satu sama lain. Setiap kali salah satu dari mereka mabuk dan yang lainnya berada di dekat mereka, mereka akan pulang bersama dan berakhir dengan melakukan sex intens hingga dini hari. Tentu saja mereka tidak sering melakukannya, keduanya adalah shinobi yang sibuk. Mereka sering melakukan misi keluar desa dan jarang bertemu satu sama lain tapi Kakashi sudah kehilangan hitungan berapa kali mereka melakukan sex selama tahun-tahun panjang mereka.

Ingatan Kakashi mengenai asal mula kebiasaannya dan Genma tidur bersama terbuyarkan ketika sosok yang ia lamunkan bergerak dari posisinya yang awalnya menggunakan lengan Kakashi sebagai bantal kini duduk di sisi lain tempat tidur.

"Ugh." Genma melenguh seraya memijat pinggangnya. Sialan Kakashi dan staminanya serta libidonya yang besar itu.

"Butuh bantuan?"

"Diamlah." Genma bangun dari ranjang dengan perlahan. Sebagai shinobi ia memang memiliki toleransi yang sangat tinggi pada rasa sakit namun rasa sakit pada lubang pantatnya membuatnya ingin menangis seperti anak kecil. Kakashi masih sama beringasnya seperti dulu. "Buat sarapan, aku harus menemui Hokage dalam satu jam karena ia menjanjikan misi untukku hari ini."

"Dan Hokagemu ada disini, Genma." Kakashi bangun dari posisi tidurnya, ia mencari celana pendek yang semalam dilemparkan Genma. Menemukan apa yang ia cari, Kakashi segera memakainya.

"Oh, ternyata kau Hokage ku." Genma berpura-pura terkejut. "Kau tahu kau memberikan misi padaku tapi kau terus mempermainkan tubuhku tanpa henti, Bajingan."

Kakashi tidak mempedulikan amukan Genma, sudah biasa mendapatkannya sejak pertamakali mereka melakukan sex. Ia hanya masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi setelah itu pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Genma bisa memasak namun Kakashi yang akan selalu memasak setelah mereka melakukan sex karena Genma tidak bisa berdiri secara tegak. Genma menganggap itu sebagai permintaan maaf Kakashi.

Genma masuk ke kamar mandi setelah Kakashi keluar –Kakashi akan mandi setelah memasak dan makan sarapannya jika Genma berada di rumahnya, itu juga memberi Genma banyak waktu untuk membersihkan diri. Genma mandi lebih lama dari Kakashi dikarenakan ia harus mengeluarkan sperma Kakashi dari lubangnya. Sudah puluhan kali Genma menyuruh Kakashi untuk memakai kondom namun pria Hatake itu selalu memiliki banyak alasan untuk tidak memakainya. Genma beramsumsi Kakashi memiliki fetish seperti itu dari buku porno warna oren yang sering ia baca.

Shinobi pengguna senbon keluar dari kamar mandi hampir setengah jam kemudian. Ia melihat Kakashi sudah mulai memakan sarapannya dan Genma tanpa perlu diminta sudah duduk di hadapannya dan mengambil porsi sarapannya sendiri.

Kakashi mengangkat satu alisnya melihat Genma tidak mengenakan apapun selain boxernya hingga memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang dipenuhi dengan bekas gigitan dan cengkeraman Kakashi. "Dimana bajumu?"

"Semalam kau merobek bajuku." Genma memandang datar Kakashi. "Lagi."

"Kau bisa memakai bajuku. Tidak akan ada yang tahu." Karena pakaian yang sering mereka kenakan adalah baju standar shinobi. Jelas tidak akan ada yang dapat membedakannya. Apalagi proporsi tubuh mereka juga hampir mirip.

"Ok."

Mereka makan sarapan buatan Kakashi dengan khidmat. Kakashi tidak mengenakan topengnya namun ia tetap makan dengan cepat dan segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap bekerja. Piring bekas makan Kakashi masih ada diatas meja dan Kakashi tidak mencucinya sama sekali. Genma yang akan melakukannya.

Kakashi mandi dengan cepat dan segera berpakaian. Ia mendekati pria Shiranui yang tengah mencuci piring, tangan kanannya terangkat dan mengacak rambut Genma. "Aku berangkat."

"Hai."

***

Genma datang ke kantor Hokage tepat waktu dan Kakashi segera memberinya gulungan berisi misi yang mengharuskannya keluar desa selama dua minggu.

"Apa kau tahu seorang bangsawan bernama Kaito?"

"Salah satu bangsawan Daimyo?"

"Ya." Kakashi menatap Genma dari atas kebawah. Senang mengetahui jika Genma memakai pakaiannya. "Sebulan yang lalu dia mencuri salah satu perhiasan permaisuri Daimyo. Bukan sembarang perhiasan tapi sebuah cincin leluhur. Aku ingin kau mengambil kembali cincin tersebut."

"Hai."

"Bawa dua chunin bersamamu."

***

Genma dan timnya menyelesaikan misi mereka tidak sampai dua minggu kemudian, ia sudah memerintahkan timnya untuk segera kembali ke Konoha namun kedua chunin itu meminta satu hari lagi untuk bersantai dan Genma setuju. Kedua chunin itu mengajak Genma ke bar terdekat yang sudah mereka incar.

Pagi harinya Genma bangun dengan seorang pria berambut putih pendek disampingnya. Mereka berdua dalam kondisi telanjang. Genma tanpa mengatakan apapun segera mandi, memakai pakaiannya dan pergi ke penginapan dimana dua chunin masih tertidur lelap. Mereka kembali ke Konoha setelah sarapan.

***

Sesampainya di Konoha, Genma menyuruh kedua chunin tersebut untuk pulang. Biar dia yang melapor ke Hokage.

Kakashi sedang menandatangani salah satu dokumen ketika Genma datang. Sang Hokage meletakan penanya dan memandang Genma. Genma tidak menyadari tatapan aneh Kakashi, ia meletakan kotak kecil berisi cincin yang menjadi misinya diatas meja Kakashi dan menjelaskan detail misinya.

Kakashi tidak mendengarkan seluruh kalimat Genma, fokusnya ada pada aroma tubuh Genma, lebih tepatnya aroma pria lain pada tubuh Genma, Kakashi tahu jika aroma itu bukan berasal dari dua chunin yang Genma bawa sebagai timnya dalam misi ini. Ia memiliki hidung yang sangat tajam –penciumannya bisa disamakan dengan penciuman klan Inuzuka- dan tahu aroma masing-masing penduduknya.

"Siapa nama pria itu?"

"Hah?"

Kakashi berdiri dari duduknya dengan kasar bahkan kursinya terjatuh ke tanah. Ia mendekati Genma. "Katakan padaku."

"Kakashi, apa maksud ucapanmu?"

"Katakan siapa nama pria yang tidur denganmu?!" Kakashi menggeram marah.

"Kakashi." Genma tahu para ANBU yang berjaga sudah bergerak dari posisi mereka, bersiap menghentikan jika pertarungan terjadi. "Ayo, kita bicara di tempat lain."

Kakashi menepis tangan Genma dengan kasar. Matanya menatap tajam Genma. "Aku memerintahkanmu untuk menyebut nama pria itu."

Seumur hidupnya, Kakashi hanya menatapnya tajam jika mereka berada di sebuah misi, itupun jika keduanya memiliki pendapat yang berbeda. Kakashi tidak pernah memberinya tatapan seperti ini.

"Katakan, Genma!"

Genma dibuat muak akan nada memerintah Kakashi. Kakashi bukan siapa-siapanya selain Hokagenya dan dengan siapa Genma menghabiskan malam bersama jelas tidak ada urusan dengannya. "Aku tidak tahu siapa nama pria itu! Puas kau!"

"Oh, jadi kau hanya akan tidur dengan pria manapun ketika kau mabuk yah?" Melalui topengnya Genma tahu jika Kakashi tengah tersenyum merendahkan dirinya. "Mirip seorang pelacur."

Plakk

"Hokage-sama!"

Sayangnya para ANBU itu terlambat menahannya, tamparan Genma sudah lebih dulu mengenai pipi Kakashi.

Nafas Genma terengah-engah, dia tidak mempedulikan para ANBU yang mengelilinginya, melindungi Hokage mereka. Genma adalah jounin yang terkenal akan sikap santainya jelas para ANBU terkejut akan hilangnya kontrol diri sang Shiranui. Beberapa dari mereka bahkan tahu akan hubungan bukan friend with benefit tapi kerap kali melakukan sex yang Kakashi dan Genma lakukan.

"Dasar berengsek." Adalah ucapan terakhir Genma sebelum keluar dari ruangan tersebut. Para ANBU tidak menahannya sama sekali. Mereka tahu kemarahan Shiranui Genma adalah hal yang harus mereka hindari.

Keduanya saling menghindari selama berbulan-bulan. Genma memang masih mendapatkan misi namun Shizune yang memberikannya dan setelah menjalankan misi, Genma akan meminta orang lain untuk melaporkannya ke Hokage.

Malam itu, Kakashi tengah makan malam dengan Kureni di kedai BBQ. Asuma adalah salah satu sahabat terbaiknya, jadi selain Tim Asuma, Kakashi juga salah satu orang yang selalu menemani Kurenai setelah kematian Asuma.

"Apa kalian sedang bertengkar?" Tanya Kurenai. Mirai sedang ia titipkan pada Ino.

"Siapa?"

"Kau dan Genma."

"Tidak."

"Lalu kenapa dia tidak menghampiri kita?" Kurenai menunjuk meja lain dimana Genma tengah makan dengan Aoba dan Raido. Saat ketiganya datang, Kurenai sudah memanggil mereka dan menyuruh mereka bergabung tapi Genma sudah menarik keduanya ke meja lain ketika ia melihat dengan siapa Kurenai datang.

"Dan kenapa dia harus melakukan itu?"

Kurenai memandang aneh Kakashi. Hokage atau bukan, Kakashi lebih dulu menjadi temannya sebelum menjadi Hokage. "Well, bukankah kalian berpacaran?"

"Uhk." Kakashi tersedak minumannya. Ia menatap horor sahabat perempuannya. "Aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun."

"Kalian putus?!" Kurenai tidak bisa menahan nada terkejutnya.

Kakashi menutup mulut Kurenai ketika beberapa pengunjung memandang mereka bahkan Raido dan Aoba juga menatap meja mereka. Kakashi memberikan senyum pelanginya dan menyuruh mereka melanjutkan makan mereka. Setelah dirasa tidak ada yang memandang mereka lagi, Kakashi melepaskan tangannya dari mulut Kurenai.

"Aku tidak pernah berpacaran dengan Genma. Sejak awal kami tidak memiliki hubungan apapun."

Kurenai terdiam akan jawaban Kakashi. "Kau tidak berbohong?"

"Untuk apa aku berbohong akan sesuatu yang tidak aku lakukan."

"Tapi kalian sering menghabiskan malam bersama sejak beberapa tahun yang lalu."

"Bagaimana kau tahu?" Kakashi pikir tidak ada yang menyadari sikapnya dan Genma.

"Hampir seluruh Konoha tahu, Kakashi. Kalian berdua tidak menyembunyikan hubungan kalian. Sering kali kami melihat Genma keluar dari apartementmu dulu ketika kau belum menjadi Hokage dan hingga kau menjadi Hokage, kami masih melihatnya keluar dari rumahmu. Juga sebaliknya, jika kau menginap, kau sering keluar dari apartementnya di pagi hari dan kembali siang hari sambil membawa makanan untuknya. Bukan hanya itu, setiap kali kau mabuk di bar, Genma akan duduk disampingmu atau setiap kali Genma mabuk, sesibuk apapun kau, kau akan datang dan membawanya pulang."

"Kurenai–"

"Kakashi, setiap kali Genma satu misi denganmu bahkan sebelum kalian memulai hubungan yang kau sebut bukan pacaran, kau selalu memprioritaskannya, kau akan marah jika Genma tidak memperhatikanmu dan kau akan menghukum anggota tim mu yang lain jika Genma terluka. Kakashi, saat di Akademi dulu, aku tahu kau sering memandangi Genma bahkan aku tahu dari Guy jika kau menerima seluruh tantangannya karena kau tahu Guy dekat dengan Genma."

Kakashi dan Kurenai saling berpandangan cukup lama. Kakashi terlalu terkejut akan seluruh kalimat Kurenai.

"Mau aku menyebutkan yang lainnya?"

Kakashi menggeleng.

"Jadi, kalian sungguh tidak berpacaran?"

Kakashi mengangguk. Hokage atau bukan membuat seorang perempuan –apalagi seorang kunoichi, marah bukanlah keinginan Kakashi.

"Kenapa?"

"Aku tidak yakin dia menginginkan hal yang sama denganku." Sudut mata Kakashi melirik Genma yang sudah berdiri dari mejanya. Raido dan Aoba masih duduk.

"Jadi, kau memang ingin bersama dengannya?"

"Dia rupawan, Kurenai. Seluruh orang ingin memilikinya."

Kurenai tidak setuju akan kalimat Kakashi. "Sejak beberapa tahun yang lalu seluruh orang memiliki pikiran yang sama. Mereka menganggap Shiranui Genma adalah milik Hatake Kakashi. Jelas tidak ada yang mau menyentuh sesuatu yang sudah di klaim oleh Shinobi mematikan sepertimu. Apalagi kau seorang Hokage sekarang."

"Aku pikir kami menyembunyikannya dengan sangat rapih. Bahkan beberapa ANBU yang menjagaku ketika aku di rumah tidak tahu akan keberadaan Genma ketika dia menginap."

"Mereka diperintahkan menjauh ketika kau membawa Genma oleh Tsunade-sama."

"Apa?"

"Aku tahu dari Shikamaru."

"Kenapa?"

"Tentu saja untuk memberikan waktu pribadi padamu dengan Genma."

Kakashi menekan dahinya.

"Kakashi."

"Hah?"

"Sepertinya bukan aku saja yang mengira kau putus dengan Genma." Kurenai menggunakan dagunya untuk menunjuk ke seorang chunin muda yang tampan yang berbicara dengan Genma. "Seseorang mencoba peruntungannya." Kurenai mengira jika Kakashi akan segera berdiri untuk menghampiri kedua sosok tersebut namun Kakashi hanya diam saja. "Kau tidak akan menghentikannya?"

"Untuk apa? Sejak awal Genma bukan milikku, Kurenai. Dia memiliki hak dengan siapapun dia bersama."

Kurenai memandang penuh kasihan pada pria Hatake didepannya, ia melirik kembali kearah Genma dan chunin muda itu, keduanya tersenyum lalu berjalan bersama. "Apa yang terjadi pada kalian?"

"Aku marah padanya karena dia tidur dengan orang lain beberapa bulan yang lalu, aku bahkan memanggilnya pelacur."

"Kakashi–"

"Aku berengsek. Aku tahu. Itu adalah ucapan terakhirnya padaku. Kita tidak saling bicara sama sekali hingga hari ini."

Mereka menyelesaikan makan malam mereka tidak lama kemudian dan Kakashi sudah mau mengantarkan Kurenai untuk pulang namun Kurenai melarangnya, Kurenai menyuruh Kakashi untuk menemui Genma dan meminta maaf pada sang jounin elit. Kakashi mengiyakan namun ia menyuruh dua ANBUnya untuk mengantarkan Kurenai hingga ke rumahnya.

Jadi disinilah Kakashi, berdiri didepan pintu apartement Genma. Ia mengetuknya dengan pelan, butuh tiga kali ketukan untuk akhirnya pemilik apartement membukakannya.

"Genma."

"Hokage."

"Aku tidak memakai jubah Hokageku."

"Tapi kau tetap seorang Hokage."

"Kalau begitu, besok aku akan menyerahkan jabatanku pada Naruto."

"Terserah."

Kakashi menghela nafas. "Genma, aku ingin meminta maaf atas apa yang aku katakan di kantor Hokage beberapa bulan yang lalu."

"Pekerjaanmu sebagai Hokage pasti sangat banyak hingga membuatmu baru meminta maaf sekarang."

"Gen–"

Genma mengangkat tangannya, menghentikan Kakashi. "Sebenarnya kau tidak perlu meminta maaf karena setelah dipikir lagi, aku memang seperti seorang pelacur, tidur dengan orang asing yang aku sendiri tidak kenal."

"Tidak. Kau tidak pantas mendapatkan sebutan itu, Genma. Ini salaku, aku terlalu cemburu dengan aroma pria lain selain diriku. Aku cemburu ada pria lain yang menyentuhmu."

"Dan untuk apa kau cemburu, Kakashi? Kita tidak memiliki hubungan apapun, kita hanya teman yang sering melakukan sex ketika mabuk. Kita bahkan tidak menyebut diri kita sebagai friend with benefit."

"Aku cemburu karena aku menyukaimu, Genma."

"A-apa?"

"Aku menyukaimu dan aku ingin menjadikanmu milikku. Hanya milikku hingga tidak ada pria atau perempuan manapun yang dekat denganmu, menyentuhmu. Hanya aku yang boleh melakukannya, Genma."

Genma telah mendengar rumor yang beredar ketika Ayah Kakashi masih hidup dulu, jika klan Hatake adalah klan kawanan Serigala, mereka posesif sekaligus protektif pada apa yang menjadi milik mereka dan Kakashi sekarang ingin mengklaim dirinya sebagai miliknya. Anehnya, Genma tidak merasa takut sama sekali. Ia malah senang.

"Ok."

Kakashi mengerjap matanya, tidak memprediksi jawaban cepat Genma. Namun keterkejutannya hanya berselang sekian detik, sang Hokage keenam dengan cepat melepaskan topengnya dan meraup bibir Genma, bibir yang absen dari hidupnya selama beberapa bulan lamanya.

"Ngh~" Genma tidak bisa menahan desahannya ketika Kakashi menggigit bibir bawahnya, bukan hanya itu, tangan nakal Kakashi sudah bergerilya diatas pantatnya. Kakashi melepaskan pagutannya ketika tangan Genma memukul dadanya. "Asalkan kau juga harus menjadi milikku. Kau tidak boleh terlalu dekat dengan siapapun bahkan jika kau makan malam berdua dengan seseorang, kau harus memberitahuku terlebih dahulu."

Sebuah pemahaman memasuki pikiran Kakashi. "Kau cemburu pada Kurenai? Dia sudah menikah dengan Asuma dan memiliki seorang putri, Genma."

"Tapi dia juga seorang janda."

Kakashi mengiyakannya dengan cara menggendong Genma dan masuk kedalam apartement pria Shiranui.

Kapten ANBU yang sejak tadi mengikuti Kakashi dari bayang-bayang memberi kode pada anak buahnya untuk menjaga jarak dari apartement Genma. Tidak jauh tapi tidak terlalu dekat. Mereka memberikan privasi pada pasangan baru.

***

"Ngh~ Ahn~ Kakkashi~" Desahan Genma menjadi-jadi akan gempuran Kakashi pada lubangnya. Genma benci fakta bahwa Kakashi lebih kuat dan lebih muda darinya. Karena hal itu akan membuat aktivitas olahraga malam mereka kian lebih lama, Kakashi tidak akan puas hanya bermain dua ronde. Butuh empat ronde untuk membuat sang Hokage puas dan Genma harus menanggung rasa sakitnya seorang diri selama beberapa hari.

"Fuck!" Kakashi menggeram penuh nikmat. Tangannya tidak tinggal diam, ia melecahkan seluruh tubuh Genma dari atas hingga kebawah. Bibirnya ikut bermain pada nipple Genma, ia gigit, kulum dan jilat benda kecil itu.

Genma menjerit keras saat ia sudah berada di puncaknya, orgasme Genma membuatnya menjepit penis Kakashi yang masih ada dalam dirinya dan aksinya tersebut membuat Kakashi juga ikut orgasme.

Mereka berdua terengah-engah, mencoba meraup udara sebanyak-banyaknya melalui mulut mereka. Malam ini sex mereka lebih intens dari sebelum-sebelumnya.

Kakashi lebih dulu pulih ketimbang Genma pasca orgasmenya. Ia mengeluarkan penisnya dari lubang Genma dengan perlahan. Genma mengerutkan keningnya ketika merasakan sperma Kakashi mengalir keluar.

"Kenapa kau tidak suka memakai kondom? Aku harus selalu extra keras membersihkannya di pagi hari." Sang Hokage memposisikan diri berbaring disamping Genma dan Genma dengan segera menggunakan satu tangan Kakashi sebagai bantalnya, kebiasaan yang sudah dihafal oleh keduanya.

"Apa kau pernah mendengar jika klan Hatake adalah klan sekawanan Serigala?"

"Ya."

"Itu bukan rumor tapi kenyataannya memang seperti itu. Kami adalah klan sekawanan Serigala. Kita tidak bisa berubah bentuk jika itu yang kau pikirkan tapi gaya hidup kita sama seperti serigala." Kakashi menggunakan tangannya yang lain untuk membelai rambut panjang Genma. "Kau tahu jika Serigala memiliki strata dalam kawanan mereka, kan?"

"Alpha, Beta, Omega, Gamma, Delta dan Sigma."

"Benar sekali." Kakashi tidak terkejut akan pengetahuan Genma. Kakashi memang lulusan terbaik ketika ia berada di Akademi namun tidak banyak yang tahu jika lulusan terbaik kedua adalah Genma.

"Aku adalah Alpha. Strata tertinggi dalam kawanan Serigala. Seorang Pemimpin."

"Lalu apa hubungannya dengan kondom?"

Kakashi tertawa. "Ada hubungannya, Genma."

"Dan apa itu?" Genma menciumi dada bidang Kakashi. Mereka memang memiliki proporsi tubuh yang hampir sama. Tinggi badan dan berat badan namun Genma suka berada dalam posisi ini dan Kakashi tidak mengeluh sama sekali.

Kakashi membawa Genma dalam pelukannya, ia menghirup aroma tubuh kekasihnya. "Seorang Alpha di klan Hatake bisa membuat seorang pria hamil. Aku tidak pernah menggunakan kondom ketika berhubungan sex denganmu karena berharap kau hamil anakku."

***

THE END