Actions

Work Header

Tentacle Ecstasy

Summary:

"Aku tak menyangka kalau kau senakal ini, Peter. Sengaja memakan chocolate yang mengandung perangsang agar heat mu segera datang huh? Apa kau sengaja ingin mengundang siapapun untuk menyetubuhimu dan menghamilimu dengan aroma pheromone-mu itu?”

“Ngghh mhh n-no! I just w–want you, Chris mhh.”

“Kau tahu, aku tak suka hybrid nakal, especially those slutty hybrids that couldn't keep their legs closed.”

—or Chris mendapati kekasihnya, Peter, dalam keadaan yang 'berantakan', padahal jadwal heat si hybrid tupai itu masih 2 minggu lagi. Chris menyadari kalau ada kotak bingkisan chocolate ber-aphrodisiac yang sudah cukup lama ia sembunyikan tergeletak di sisi hybrid itu. Sialnya, separuh dari isinya sudah lenyap dimakan oleh Peter. Seems like Chris has to discipline his naughty boyfriend, karena sudah memakan sesuatu yang bukan miliknya tanpa ijin, right?

Notes:

Bangchan as Christopher (Archmage)
Jisung as Peter (Squirrel hybrid)
mention Lee know as Reno (as another mage who is Christopher's Friend)

ps. Hellooww, fyi fic ini pernah di post untuk event #FFF2024 di twitter/X under name @stewpeeeds —ini akun menulisku yang lama. Hope you like it. Enjoy!

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

—

“Peter, I’m home!” seru Chris yang baru saja pulang dari Magic Tower tempatnya bekerja. Chris —Christopher Bahng, adalah seorang Archmage muda yang dirumorkan akan menjadi the next Master of Tower Magic kerajaan Levantoria. Tak seperti para mage lainnya yang memutuskan untuk mendedikasikan hidup mereka untuk magic dan tinggal di Magic Tower, Chris malah lebih memilih untuk tinggal di sebuah cottage di tengah hutan Mnemosia bersama dengan Peter, seorang hybrid tupai —yang merupakan hasil buah cinta antara beastman tupai dan manusia, kekasih sekaligus asistennya.

Hening. Chris menyerngit heran saat tak ada sahutan dari kekasih kecilnya —yang biasanya akan berlari menyambut dirinya dengan senyum lucu yang menggemaskan setiap kali ia pulang.

“Ngghh.. Chris sshh–” Sayup-sayup terdengar suara erangan Peter dari ruang tengah yang membuat Chris segera bergegas menghampiri sang kekasih, khawatir jika hal buruk sedang terjadi padanya.

“Peter! Kau kena—” Ucapan Chris terputus saat melihat apa yang saat ini sedang ada di depannya, Peter yang tengah bersandar lemas di atas sofa panjang yang menghadap ke arah pintu tempat di mana Chris saat ini berdiri dengan ekspresi yang sangat sulit untuk dijelaskan. Tak ada kata selain ‘berantakan’ yang bisa menggambarkan bagaimana keadaan hybrid tupainya saat ini, tiga dari lima kancing kemejanya terlepas, memperlihatkan dada 'montok' dan putingnya yang mencuat, celana yang entah bagaimana kini tergeletak di ujung ruangan —yang cukup jauh dari sofa, ekor fluffy yang membalut kaki rampingnya, mata sayu, wajah merah, dan nafas yang sedikit memburu —yang tentu saja terlihat sangat sensual di mata Chris.

Aroma apel dan citrus —pheromone milik Peter, tercium begitu pekat dan kuat memenuhi ruang tengah yang biasa jadi tempat mereka berdua menghabiskan waktu bersama, membuat Chris berpikir dengan cepat, mencoba mengingat-ingat siklus heat kekasih hybrid-nya.

‘Apa hari ini sudah waktu heat-nya? Bukannya 2 minggu lagi, ya?’ pikirnya.

“C–Chriss… ngghh.. T–tolong, panas –eungh..” racau Peter saat menyadari sang kekasih tengah berdiri di ambang pintu yang menghubungkan lorong dan ruang tengah tempatnya kini berada, menatapnya dengan ekspresi yang sulit untuk dibaca. Peter melenguh pelan saat ereksinya bergesekan dengan kemeja yang masih menempel di tubuhnya saat hendak berusaha berdiri menghampiri Chris. Gesekan itu menimbulkan sensasi bagai sengatan listrik yang membuat kedua kakinya melemas, kehilangan kemampuan untuk menopang tubuh mungilnya. Hal yang hanya dirasa olehnya setiap kali siklus heat-nya datang.

Tubuhnya terasa panas, peluh membasahi tubuhnya, bahkan penis mungil —yang hanya berukuran tak lebih dari 2 inch, dan lubang analnya terasa gatal dan basah karena cairan pre-cum dan slick yang keluar.

Heat? Bukan! Jadwal heat-nya masih 2 minggu lagi! Lalu apa ini? Peter sama sekali tak bisa berpikir, ia tak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya, yang ada di benaknya saat ini hanyalah bagaimana cara menuntaskan nafsu birahi yang tiba-tiba menyelimuti dirinya dan menghentikan heat yang menyiksanya saat ini. Tatapan tajam yang dilayangkan oleh Chris sama sekali tak membantunya, malah membuat nafsunya semakin membuncah, membuatnya semakin menginginkan archmage muda itu untuk menyentuh, mencumbu, dan menjamah tubuhnya.

He wants him so bad!

Nafsu sudah menguasai Peter sepenuhnya, ia mulai menyentuh dirinya sendiri, tangannya memainkan salah satu putingnya yang sudah menegang, dan tangannya yang lain sibuk memijat micropenis miliknya yang sudah ereksi dengan sempurna, mengabaikan Chris masih diam, tak beranjak sedikitpun dari posisinya. Archmage muda itu masih terpaku di tempatnya, tenggelam dalam pikirannya yang sedang mencoba mencerna apa yang sedang terjadi saat ini, dan tak sengaja mata sipitnya menangkap sebuah kotak bingkisan berwarna merah yang berisi chocolate tergeletak di coffee table dekat sofa yang diduduki oleh Peter. Kotak itu sudah terbuka dan hampir separuh dari isinya telah lenyap, habis dimakan oleh Peter.

Sungguh tak heran jika heat kekasih hybrid-nya datang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya, Peter telah memakan chocolate yang sepengetahuan Chris mengandung bahan aphrodisiac, hasil penelitian Reno —salah satu rekan mage-nya di Magic Tower. Ia ingat betul beberapa bulan yang lalu, Reno masuk ke ruang kerjanya menenteng sekotak chocolate hasil penelitiannya itu,

“Hey Chris! Kau dan Peter masih berkencan kan? Jujur aku sama sekali tak tahu dan tak mau tahu bagaimana kisah cinta kalian, tapi ini hasil penelitian baruku, aman kok, i’m sure it’s going to spice up your love life, dude!”

Reno berujar dengan senyum jahilnya yang saat itu tampak sangat menjengkelkan bagi Chris karena telah mengganggu waktu kerjanya hanya untuk sesuatu yang tak begitu penting. Meski begitu Chris tetap menerima hadiah yang diberikan oleh Reno dan mengucapkan terimakasih pada pria pecinta kucing itu, Chris hanya tak ingin menyakiti perasaan rekan kerjanya, ia tak mau Reno merajuk dan malah menghambat pekerjaan tim researcher yang dipimpinnya. Chris hanya ingin jadi leader yang baik, he’s going to be the next master of Magic Tower, remember? Namun, saat mengetahui kandungan yang ada di dalam chocolate itu Chris langsung menyembunyikannya di bagian terdalam kabinet yang ia yakin sekali jarang dibuka oleh Peter, dan bahkan ia benar-benar melupakan eksistensi makanan itu.

‘Hah, harusnya aku tak membawanya pulang.’ Chris hanya bisa meruntuk dalam hati, sedikit menyesali keputusannya membawa pulang cemilan terkutuk itu. Namun gengsinya terlalu tinggi untuk mengakui kalau ini salahnya yang terlalu ceroboh, tak benar-benar memusnahkannya, tapi malah memilih untuk menyembunyikannya. Tapi tiba-tiba sebuah ide jahil muncul di otak jenius miliknya, Reno benar, sudah saatnya untuk spice it up a little bit.

“C–Chris –ssh?” desah Peter yang masih sibuk menyentuh tubuhnya saat Chris berjalan mendekati dirinya. Kekasihnya itu masih diam, tak mengeluarkan sepatah katapun, namun tatapannya tampak semakin tajam dan rahangnya mengeras, seperti sedang menahan amarah yang entah apa penyebabnya.

“Dasar hybrid jalang! Apa yang sedang kau lakukan, huh?” geram Chris menahan marahnya. Peter tersentak kaget saat slime berwujud tentakel yang keluar dari balik jubah yang Chris kenakan, menarik kedua tangannya dan menghentikan kegiatan masturbasi yang sedang dilakukannya. Tak hanya terkenal sebagai seorang Archmage muda, Chris juga dikenal memiliki kekuatan unik yang mampu mengendalikan slime yang ia panggil dengan sebutan ‘Slyth’. Sangat berbeda dengan slime pada umumnya ditemukan di dalam hutan dan dikategorikan sebagai monster, Slyth adalah sebuah entitas magic yang dapat bergerak dan merubah bentuknya mengikuti perintah dan kendali Chris. Simple-nya, Slyth ini sudah seperti anggota tubuh tambahan bagi Chris yang terkadang membutuhkan tangan tambahan dalam melakukan sesuatu. Contohnya seperti apa yang sedang dilakukan oleh Chris saat ini, menggunakan Slyth yang menyerupai tentakel untuk mengikat kedua tangan Peter, menjauhkan kedua tangan mungil si hybrid dari dada dan selangkangannya.

“Aahh.. C–Chriss sshh, kumohon lepaskan ngghh.” Peter melenguh dan menggeliat berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan Slyth pada tangannya.

“Aku tak menyangka kalau kau senakal ini, Peter. Sengaja memakan chocolate yang mengandung perangsang agar heat mu segera datang huh? Apa kau sengaja ingin mengundang siapapun untuk menyetubuhimu dan menghamilimu dengan aroma pheromone-mu itu?” cerca Chris yang menjambak rambut tebal milik Peter dan memaksanya untuk mendongak, melihat ke arahnya.

“Ngghh mhh n-no! I just w–want you, Chris mhh.” Bibir tebal milik Chris membentuk sebuah seringaian yang membuat Peter menelan ludahnya gugup, lalu pria itu sedikit menunduk, mendekatkan bibirnya ke telinga Peter yang sensitif dan berbisik, “Kau tahu, aku tak suka hybrid nakal, especially those slutty hybrids that couldn't keep their legs closed.”

Hembusan nafas Chris menggelitik telinga Peter yang membuat hybrid tupai itu melenguh pelan. “N–no! –nghh, ‘m not naught –mmhh.” “Hmm? You’re such a little slut, Peter, you should be punished, and show me how good boy you are.”

Seringai di wajah Chris semakin lebar saat ia berhasil memasang sihir yang berfungsi seperti cock ring di pangkal penis mungil milik kekasih tupainya.

“No cum allowed before I give you permission, understand?” tanya Chris yang hanya dijawab anggukan pelan dari Peter.

“Use your word, and tell me your color.” “G–green.” “Good! Now, suck it, slut!” ucap Chris sembari mengeluarkan half-erected penis miliknya dan menamparkannya ke wajah Peter, yang dengan senang hati langsung memasukkan penis yang tak bisa dibilang berukuran normal itu ke dalam mulutnya. Kedua tangan Peter yang kini sudah terbebas dari kungkungan Slyth bergerak memijat batang penis dan kedua buah zakar milik Chris. Mulut kecilnya bergerak terampil saat menghisap, menjilati dan mengulum kejantanan milik Chris seperti sedang menikmati lollipop favoritnya.

“Ahh, so good!” desah Chris yang mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, melesakkan kejantanannya yang kini sudah ereksi dengan sempurna ke dalam mulut kekasih tupainya. Tentakel Slyth yang dikontrol oleh Chris pun mulai bergerak menyentuh tubuh Peter. Mulai dari memilin kedua nipple milik hybrid itu, memijat dan memainkan micropenis-nya, dan bahkan bergerak masuk kedalam analnya, memijat dinding analnya dan terus menggesek titik prostatnya. Membuat Peter merasa seperti melayang,

“Agkh! Hmphh –nghh,” desah Peter tertahan ketika tempo genjotan Chris di mulutnya dan gerakan slyth di analnya terasa semakin cepat.

“Lihatlah dirimu, Peter, kau benar-benar terlihat seperti jalang, seems like you like it so much getting fucked by Slyth’s tentacles while sucking your boyfriend’s dick huh?”

“Mpphh—nghh!” lenguh Peter mencoba menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu. Nikmat, hanya satu kata itulah yang bisa Chris pikirkan untuk menggambarkan apa yang sedang dirasakannya saat ini. Mulut kecil itu terasa begitu sempit, lembab, dan hangat, getaran-getaran kecil yang tercipta karena lenguhan dan desahan Peter menambah kenikmatan yang membuat Chris semakin mempercepat tempo gerakannya.

Penis besarnya mulai berkedut, menandakan kalau akan segera mendapatkan putihnya. Ia terus menumbuk kerongkongan Peter, tak peduli jika mata bulat kekasihnya itu kini mulai mengeluarkan air mata, yang entah kenapa malah membuat Chris semakin ingin mendorong penisnya semakin dalam. Kekasihnya itu sangatlah cantik!

“Hmm, so good, mulutmu benar-benar enak, Peter!”

Pujian yang dilontarkan oleh Chris membuat Peter merasa melayang, rasa pegal di rahang dan sakit di tenggorokan tak lagi dirasa olehnya, ia terlalu mabuk dengan sentuhan yang ada di semua titik sensitifnya. Terlalu nikmat sampai rasanya seluruh tubuhnya kini melebur menjadi jelly. Peter menyadari penis milik Chris mulai berkedut, and his too. Ia ingin lelaki itu dapat segera menjemput orgasmenya, kedua tangannya memijat kedua buah zakar milik Chris, mencoba menstimulasi titik sensitif lelaki yang lebih tua darinya itu.

“Oh shit! I com—Ugh!” Chris melenguh cukup keras sembari menyemprotkan cairan semennya di mulut Peter, memaksa hybrid tupai itu untuk menelan semua cairan yang ia keluarkan.

“Good boy.” “Hmm, Chris, m-may i –ngh c–cum?” tanya Peter dengan suara serak, penisnya sudah sangat merah, siap untuk menyemburkan cairan miliknya, tentakel Slyth yang sedari tadi bergerak menggempur lubang analnya masih tak menurunkan temponya dan terus menumbuk prostatnya.

Belum sempat Chris membuka mulutnya, tiba-tiba tubuh lelaki tupai itu menegang, pandangannya menggelap sekejap, penisnya berdenyut, and his hole twitching. He’s cumming, tapi tidak, ia tak mengeluarkan apapun dari penisnya, lebih tepatnya ia tak bisa karena magic spell yang masih aktif mengikat pangkal penisnya.

“Wow! Dry orgasm huh? Kukira itu hanya mitos” Ucap Chris yang masih tak percaya kalau kekasihnya baru saja mengalami dry orgasm. Ia lantas menghentikan gerakan tentakel slyth dan mengeluarkannya dari anal kekasihnya.

“N–no! Don’t stop it!” pekik Peter tiba-tiba, hybrid itu tampak panik. “Babe?” “P-please, hiks, i’ve been bad, you need to fuck me hard to make it right! I’m begging you hiks” racau Peter yang mulai terisak. Ia merasa sangat kacau, ia tak seharusnya melakukan itu, harusnya ia menjadi hybrid yang baik, tapi ia malah mengacaukan segalanya, Peter sungguhlah bodoh.

Chris langsung berlutut di hadapan Peter, mencoba mensejajarkan pandangannya dengan lelaki tupai yang tengah terisak itu. Ditangkupnya kedua pipi tembam itu lalu dikecupnya bibir tipis yang selalu tersenyum manis kepadanya, berharap bisa membuat kekasihnya tenang.

“Hey, Peter, honey, look at me!” ujar Chris lembut tapi masih memberi kesan tegas, yang entah bagaimana tapi bisa membuat isakan Peter sedikit mereda.

“Apa kau menangis karena baru saja mendapatkan orgasme mu, hm?” Peter mengangguk pelan, rasa bersalah dan sedih masih terlihat di matanya, membuat Chris merasa begitu beruntung mendapatkan lelaki itu sebagai kekasihnya. Ia tak pernah menyangka bahwa kekasihnya akan bereaksi seperti ini hanya karena merasa bersalah telah mendapatkan orgasmenya, he’s so precious, he love him so much.

“It’s okay honey, you didn’t cum. Look! Tak ada yang keluar dari sini, kan?” Chris menunjuk penis mungil Peter yang masih berdiri tegak dan sudah berwarna sangat merah. Peter mengangguk pelan mengiyakan ucapan Chris.

“You did very well honey, kau sudah membuktikan bahwa kau memang hybrid pintar dengan menyelesaikan hukumanmu. You deserve a reward for it.” ucap Chris sembari menghapus jejak air mata yang membasahi pipi tembam milik kekasihnya. Ia lalu melepas magic spell yang sedari tadi mengikat penis kekasih tupainya, membuat Peter melenguh pelan, karena Chris dengan sengaja mencolek penis mungil itu.

“Sekarang menungging lah, saatnya kau mendapatkan reward mu.” titah Chris yang tentu saja langsung dilakukan oleh Peter, he can't wait for Chris to ruin his hungry hole.

“You’re so hot, Peter, I love it.” ucap Chris saat melihat cincin anal kekasihnya yang berkedut lapar. Dengan sengaja ia menggoda Peter dengan menggesekkan kepala penisnya di bibir anal kekasihnya itu.

“C-Chris, please, i want yo–” lenguhan Peter terputus saat Chris tanpa aba-aba langsung menghujam anal sempitnya, dan bergerak dengan hentakan kasar yang membuat yang lebih muda hampir kehilangan keseimbangannya. Tak butuh waktu yang lama untuk Chris menemukan letak prostat milik kekasih tupainya, yang membuat si hybrid terus mendesahkan namanya.

“Yeah, that’s it, moan my name, cry for me like a pretty little toy. My pretty toy. I’m going to fuck you stupid, ass full, empty head, and i’ll bring you to the heaven.”

Ucapan Chris membuat Peter benar-benar merasa sedang berada di dalam mimpi, setiap hentakan Chris pada analnya semakin membuat otaknya kosong, he’s really going dumb. Chris benar, ia benar-benar merasa seperti sedang melayang di surga. Bahkan kakinya kini benar-benar terasa seperti jelly, sudah tak bisa menopang tubuhnya yang hampir jatuh jika seandainya Chris tak menahan tubuhnya. Ia sama sekali tak peduli jika cengkraman kedua tangan Chris pada pinggulnya akan meninggalkan memar nantinya.

Desahan dan suara kepakan dari kulit tubuh keduanya yang saling beradu bergema memenuhi ruangan yang menjadi saksi kegiatan panas mereka.

“Oh! ‘m close, Chris, i’m so close,” ucap Peter disela desahannya. “Go on babe, cum for me” ucap Chris yang terdengar seperti mantra bagi Peter.

Ia melenguh kencang saat penisnya menyemburkan begitu banyak cairan semen yang sedari tadi tertahan, tubuhnya melengkung ke belakang dan bergetar hebat, baru saja merasakan pelepasan yang luar biasa nikmat. Chris mendesis pelan saat merasakan penisnya dijepit oleh dinding anal kekasihnya yang mengetat.

Peter merasa begitu lemas setelah mengalami pelepasannya, tubuhnya serasa meleleh, bahkan ia sudah tak mampu lagi menopang tubuhnya sendiri untuk tetap berada di posisinya saat ini. Nafasnya masih tersengal, tapi kekasihnya kembali menghentakan pinggulnya dan menumbuk prostatnya yang masih sangatlah sensitif.

“C-Chris, no! A-aku mmh sensi –tif, Anghh!” “Uhh, sorry babe, i’m still hard.”

Peter benar-benar sudah tak memiliki tenaga lagi, bahkan ia hanya bisa melenguh saat Chris memutar tubuhnya dengan penisnya yang masih tertanam di anal si hybrid. Kedua tangan Peter mengalung di leher Chris saat lelaki yang lebih tua membawanya ke dalam pagutan panas. Keduanya saling melumat, suara lenguh dan kecapan memenuhi ruangan, hingga akhirnya ciuman panas itu terputus saat tentakel Slyth kembali melesak masuk ke lubangnya yang sudah penuh dengan penis besar milik kekasihnya.

“AAKH–!” erang Peter kesakitan, rasanya seperti tubuhnya dibelah menjadi dua.

“Tahan, you’ll be good in no time” ucap Chris yang kembali menggerakkan pinggulnya, menumbuk prostat milik kekasihnya yang langsung lupa akan rasa sakitnya. Lubang Peter terasa begitu sesak, penis Chris dan tentakel Slyth bergantian menghujam prostatnya tanpa henti, membuatnya kembali melayang. Bibir Peter tak berhenti mendesah, bahkan ia tak sadar jika air matanya kini mengalir di pipinya dan air liur menetes dari sudut bibirnya, sungguh pemandangan yang terlihat sangat indah di mata Chris yang terus menghentakkan pinggulnya dengan cepat dan kasar. Chris really fuck him stupid.

“So pretty, my pretty fuck toy, my cockslut, mine, only mine” ucap Chris yang hanya dijawab dengan gumaman tak jelas oleh Peter yang tak bisa berhenti mendesah. Gerakan pinggul Chris semakin tak beraturan, penisnya berkedut tanda putihnya sudah semakin dekat.

“i’m so close, wanna fill your hole with my cum, make you pregnant with my babies” “Mhh yes please! Cum in— AAKH! I peed! Can't stop! ohh!” pekik Peter, tubuhnya mengejang hebat, bukan cairan putih kental yang keluar, melainkan cairan berwarna bening yang disemburkan penisnya dengan sangat deras. He’s squirting.

“Shit!” desis Chris yang disaat yang bersamaan menyemburkan spermanya di lubang Peter yang terus meremas penisnya seperti sedang berusaha memerasnya hingga tetes terakhir, membuat Peter kembali melenguh saat hangat memenuhi lubangnya, perutnya terasa penuh, tubuhnya benar-benar lemas, tak ada lagi tenaga yang tersisa. Matanya terasa berat, dan perlahan kesadarannya pun menghilang.

Chris yang sadar kalau kekasihnya tak sadarkan diri dengan sigap langsung membawanya ke kamar tidur mereka. Ia bahkan tak mau repot untuk sekedar mengeluarkan penis besarnya dari lubang milik kekasih tupainya. Dengan perlahan dibaringkannya tubuh Peter dan dirinya sendiri di atas kasur besar milik mereka berdua

“Good night, love, I love you” ucap Chris sebelum ikut menyusul masuk ke alam mimpi dengan penis yang masih bersarang di lubang hangat kekasinya.

 


The End.

Notes:

Find me on Twitter🌻