Chapter Text
Pangeran Mingyu adalah keturunan laki-laki satu-satunya Raja Seungcheol. Saat usianya delapan tahun, Pangeran Mingyu dinobatkan sebagai putra mahkota dan harus menerima takdirnya sebagai pewaris kerajaan. Namun siapa sangka, saat itu ia juga menemukan kebenaran bahwa dirinya bukanlah pewaris kerajaan yang sesungguhnya.
Raja terdahulu mempunyai seorang putra dari permaisurinya bernama Pangeran Jisoo, sedangkan Pangeran Seungcheol adalah putra raja dari seorang selir. Hari dimana Pangeran Jisoo dinobatkan menjadi raja, terjadi pemberontakan. Pertumpahan darah tak terelakan. Banyak konspirasi mengatakan bahwa pemberontakan itu sengaja ditujukan untuk menghabisi keluarga asli kerajaan, sehingga Raja Jisoo gugur dalam pertempuran itu bersama sang permaisuri sedangkan Pangeran Seungcheol dan istrinya yang tengah mengandung saat itu selamat.
Satu hari sebelum pemberontakan itu terjadi, sang permaisuri ternyata telah melahirkan putra pertama mereka. Tidak pernah diketahui dimana dan bagaimana nasib putra Raja Jisoo saat itu. Ia menghilang begitu saja setelah pertempuran.
Bertahun-tahun Pangeran Seungcheol mengerahkan seluruh pasukan untuk mencari keberadaan putra mahkota yang asli, namun tidak membuahkan hasil. Banyak yang beranggapan bahwa sang putra mahkota juga telah meninggal dalam kejadian itu.
Untuk menghindari terjadinya penyerangan kembali terhadap Kerajaan Pyeonghwa akibat posisi raja yang sudah lama kosong, akhirnya rakyat mendesak Pangeran Seungcheol yang juga merupakan keturunan raja terdahulu untuk menduduki tahta, meskipun ia adalah anak dari seorang selir.
Dan disinilah Pangeran Mingyu, dihadapkan pada takdir yang sama sekali tidak diinginkannya. Ia berubah dari laki-laki kecil yang ceria dan pintar menjadi sosok yang sangat dingin seolah tidak dapat disentuh oleh siapapun sampai ia bertemu dengan Wonwoo.
Wonwoo adalah putra bangsawan Seokmin—teman terdekat mendiang Raja Jisoo sekaligus penasihat kerajaan, sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Meskipun tumbuh tanpa seorang ibu, tidak membuat Wonwoo kekurangan kasih sayang sedikitpun. Seokmin hidup bagai hanya demi Wonwoo, sehingga anak itu menjadi pria yang penuh kasih, santun dan sangat cerdas.
Seluruh putra bangsawan diwajibkan masuk akademi kerajaan untuk nantinya dididik dan dilatih menjadi penerus pegawai pemerintahan. Disinilah Pangeran Mingyu bertemu dengan Wonwoo.
Alih-alih belajar di istana dengan guru privat, Pangeran Mingyu lebih memilih bergabung di akademi. Kehadirannya disana bukan untuk mendapatkan perlakuan khusus seperti diberikan tempat duduk yang berbeda, selalu dipuji bahkan ketika dia sengaja salah menjawab pertanyaan, atau lebih parahnya semua orang sengaja mengalah ketika bertanding pedang atau bela diri dengannya. Semua itu sungguh membuat Pangeran Mingyu muak.
Sampai ketika Wonwoo—pelajar bangsawan terbaik di akademi—berani bertarung dengan sungguh-sungguh hingga membuatnya kalah. Itu adalah kekalahan pertama dalam hidup Pangeran Mingyu.
Sejak saat itu, Pangeran Mingyu seperti terobsesi pada Wonwoo. Ia terus menantang Wonwoo untuk bertanding masalah pengetahuan maupun tentang keterampilan berkelahinya. Pangeran Mingyu menyadari bahwa Wonwoo adalah satu-satunya pelajar yang tidak takut dan tidak segan terhadapnya. Laki-laki itu menganggapnya sama seperti pelajar lain—tentu tanpa mengurangi rasa hormatnya, karena dia adalah seorang pangeran, dan hal itu sungguh menarik perhatian Pangeran Mingyu.
Itulah yang dicarinya. Ia ingin mengukur batas kemampuannya. Dan Wonwoo adalah pelajar berbakat yang mampu mengimbanginya. Namun siapa sangka, obsesinya pada Wonwoo perlahan berubah menjadi perasaan posesif dan gairah untuk mencintai dan memiliki laki-laki itu hanya untuknya.
To be continued....
ps. Tes ombak dulu hehe, kalo banyak yg baca, segera dilanjuuttt
Jngn lupa komen yaa ^^
