Chapter Text
"Ah Kak, karakter ini punya nama yang sama dengan kamu, loh," ucap Yena menunjukan layar ponselnya ke Yejun. "Hm? Apakah dia setampan aku?" tanya Yejun bercanda. Yena tertawa mendengar candaan kakaknya itu dan berkata, "Hmm sepertinya iya, dia tampan sepertimu, tapi dia sangat berbeda dari kamu kak!" "Apa bedanya?" tanya Yejun balik. Yena lalu menceritakan alur cerita novel favoritnya ke Yejun.
Novel favorit Yena merupakan Novel BL dengan alur cerita klise yang biasa sering kamu temui di situs novel daring. Cerita ini berjudul "My Beloved Bodyguard," nama yang cukup norak menurut Yejun.
Cerita ini bercerita tentang Han Noah, penerus Hans Fashion yang harus terpaksa menikahi Nam Yejun, penerus Nam Corp. demi menyelamatkan perusahaannya yang terancam bangkrut. Nam Yejun dalam cerita, meski memiliki nama yang sama dengan kakak laki-laki kesayangan Yena, namun sifat mereka sangat berbeda. Yena memutuskan memanggil karakter ini dengan panggilan Red Eyes. Kalau Yejun sering dipanggil malaikat karena terkenal akan kebaikannya, Red Eyes ini adalah lambang seorang setan. Dia memaksa menikahi Han Noah karena merasa Noah cocok sebagai istri piala yang bisa dipajang. Selama pernikahan pun Noah sering kali disiksa. Dikarenakan Noah mencoba untuk kabur beberapa kali, akhirnya Red Eyes menyewa bodyguard untuk mengawasi Noah agar tidak kabur. Disinilah cerita sesungguhnya dimulai.
Yoo Hamin, bodyguard yang disewa Yejun, pertama kali bertemu Noah di kediaman Nam. Awalnya dia bersikap dingin terhadap Noah karena tuntutan pekerjaan. Namun hatinya semakin luluh ketika makin dekat dengan Noah. Setiap hari Noah akan mengajaknya ngobrol ketika Noah merasa bosan. Tak disangka ternyata obrolan mereka bisa masuk satu sama lain. Benih cinta pun muncul diantara mereka. Lalu mereka kemudian mulai menyusun rencana untuk membunuh Red Eyes dan mengambil alih Nam Corp. dan menyelamatkan Hans Fashion. Setelah rencana mereka berhasil, Hamin dan Noah pun hidup bahagia.Yejun hanya bisa tercengang mendengar garis besar cerita yang diceritakan oleh Yena. Yena yang melihat ekspresi ternganga kakaknya itu hanya bisa tertawa. "Kak, cerita seperti ini memberiku dopamin, masuk akal atau tidak, kita pikirkan nanti ahahahaha."
Sepertinya itu akan menjadi tawa terakhir Yena yang Yejun dengar. Sebab saat ini Yejun sedang terbaring di sebuah kamar yang ia tidak kenal. Hal terakhir yang Yejun ingat adalah dia mendorong Yena menjauh saat melihat lampu gantung mewah di acara yang sedang mereka hadiri tiba-tiba terjatuh. lalu detik berikutnya, Nam Yejun sudah berada di ruangan yang tak ia kenal ini. Ini alam baka kah? tanya Yejun dalam hati. Ketika Nam Yejun masih tenggelam dalam kebingungan, dia mendengar suara ponsel berdering. Entah mungkin karena memori otot, Yejun dengan sigap mengangkat telepon itu.
"Tuan Nam Yejun, saya akan menunggu anda di kantor pusat Hans Fashion hari ini, mohon untuk tidak datang terlambat," terdengar suara dari seberang sana.
"Maaf, tapi ini siapa ya?" tanya Yejun dengan nada polos. Lawan bicaranya sepertinya cukup heran mendengar pertanyaan Yejun dan tidak ada balasan selama beberapa detik. "Ha-halo?" Yejun kembali memastikan apakah teleponnya sudah ditutup.
"Untuk seseorang yang memaksa orang lain untuk menikahinya, anda cukup hebat ya langsung melupakan orang yang anda paksa, baiklah saya akan menunggu kedatangan anda, saya harap anda datang tepat waktu," ucap suara di telepon itu diikuti suara panggilan berakhir. Yejun yang kebingungan hanya bisa mengintip layar ponselnya untuk melihat nama dari pemilik suara itu.
"AHH!!!" teriak Yejun saat melihat nama si pemilik suara yang diikuti aksi lempar jauh yang memakan korban sebuah ponsel. "HAN NOAH?????" teriak Yejun kembali dengan panik. Yejun pelan-pelan menggabungkan semua kepingan teka-teki dan kesimpulan yang hanya bisa dia tarik adalah dia telah masuk ke dalam cerita kesukaan adiknya. Mengingat nasib menyedihkan yang akan terjadi padanya, Yejun hanya bisa jatuh bertekuk lutut sambil menjambak rambutnya dan berteriak, "TIDAKKKKKKKK!!!!!!"
